Televisi modern tidak lagi sekadar layar hiburan; mereka telah menjadi bagian terintegrasi dari desain rumah. Frame Pro dari Samsung membawa tren ini lebih jauh, dengan tujuan untuk menghilang saat tidak digunakan dengan berfungsi ganda sebagai tampilan seni digital. Setelah pengujian ekstensif, televisi ini memenuhi janji tersebut, menawarkan perpaduan menarik antara teknologi dan estetika—meskipun dengan beberapa keunggulan utama.
Beyond a Black Rectangle: Konsep Seni TV
Selama bertahun-tahun, TV telah berkembang melampaui fungsi dasar. Kontrol suara, aplikasi streaming, dan bahkan game terintegrasi kini menjadi standar. Frame Pro mengembangkan hal ini dengan memungkinkan pengguna menampilkan karya seni saat layar dalam keadaan idle. Pertanyaannya bukan hanya apakah ini gimmick, tapi apakah eksekusinya membuatnya bermanfaat. Dalam hal ini, jawabannya cenderung ya: kemampuan mengubah TV menjadi karya seni dinding ternyata sangat efektif.
Penyiapan dan Desain: Integrasi yang Mulus
Penyiapannya sangat mudah. Bezel opsional yang dapat disesuaikan ($199 untuk model 65 inci) terpasang pada bingkai, menutupi tepi TV dan membuatnya menyerupai lukisan berbingkai. Meskipun ada beberapa keluhan pengiriman dalam ulasan pengguna, bezelnya mudah dipasang dan secara signifikan meningkatkan ilusi seni. Frame Pro sendiri menawarkan desain yang ramping dan minimalis—semuanya berwarna hitam, tanpa aksen yang mengganggu.
Breakout box Wireless One Connect Samsung, perangkat ramping yang terhubung melalui Wi-Fi 7, menawarkan fleksibilitas maksimum. Hal ini memungkinkan manajemen kabel yang lebih bersih dengan menampung semua port hingga jarak 30 kaki. Gamer dan bioskop akan menghargai hal ini, karena ini mengurangi kekacauan dan menyederhanakan koneksi untuk konsol, pemutar disk, dan receiver. Namun, sambungan Micro HDMI berkabel (juga mendukung 144 Hz) memberikan latensi lebih rendah bagi mereka yang lebih menyukai sambungan langsung.
Kualitas Seni dan Tampilan: Pengalaman Visual
Fitur seni Frame Pro adalah yang utama. Pilihan karya seni bawaan mencakup sekitar 30 karya, sedangkan Art Store seharga $4,99/bulan membuka lebih dari 5.000 karya, termasuk karya klasik seperti Van Gogh dan Andrew Wyeth. Generator seni AI terintegrasi secara mengejutkan mampu menciptakan visual unik berdasarkan perintah kata kunci sederhana.
Layar matte Neo QLED bersertifikat Pantone, menghadirkan warna akurat dan performa HDR yang mengesankan. Layar meredup secara otomatis ketika tidak ada orang di dalam ruangan, sehingga menghemat energi. Bahkan di bawah sinar matahari yang cerah, karya seni dan video tetap jernih dan hidup. Selama pengujian HDR10, warna kulit dan tingkat kontras tampak realistis dan alami.
Performa: Streaming, Gaming, dan Lainnya
Frame Pro unggul dalam streaming dan bermain game. Netflix Premium (4K, Dolby Atmos) menghadirkan suara dan visual yang imersif, sementara Mubi (layanan film pilihan) mendapatkan manfaat dari tampilan yang ditingkatkan dan matte. Mode Pembuat Film menonaktifkan peningkatan AI untuk pengalaman sinematik murni, menampilkan detail halus dalam adegan.
Bermain game di Frame Pro lancar berkat kecepatan refresh 144 Hz. Judul Xbox Series X, seperti Forza Horizon 5, berjalan dengan sempurna, dengan warna cerah dan tekstur realistis. Game PC (melalui Steam) juga berkinerja baik, dengan Cyberpunk 2077 tampak tajam dan imersif.
Keuntungannya: Lampu Latar dan Standar HDR
Meskipun Frame Pro memberikan pengalaman premium, namun tidak sempurna. Berbeda dengan layar OLED, Frame Pro menggunakan teknologi LCD dengan lampu latar. Pita LED vertikal di belakang layar menghasilkan cahaya yang mekar, terutama saat pemandangan gelap. Selain itu, TV Samsung tidak mendukung Dolby Vision HDR, dan memilih standar HDR10+.
Kesimpulan
Samsung Frame Pro merupakan televisi unik yang berhasil menjembatani kesenjangan antara teknologi dan desain interior. Jika Anda menginginkan TV yang hilang saat tidak digunakan dan menyatu sempurna dengan ruang tamu Anda, ini adalah pesaing yang kuat. Fitur seninya, dipadukan dengan kualitas tampilan luar biasa dan performa gaming, menjadikannya lebih dari sekadar wajah cantik. Kekurangannya—terutama lampu latar dan kurangnya Dolby Vision— patut dipertimbangkan, namun secara keseluruhan, Frame Pro menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan penuh gaya.
