Kepemilikan TikTok di AS Bergeser: Runtuhnya Struktur Baru

13

Masa depan TikTok di Amerika Serikat telah terbentuk kembali ketika perusahaan induknya di Tiongkok, ByteDance, mendirikan usaha baru di Amerika untuk memenuhi persyaratan federal. Langkah ini mengatasi masalah keamanan nasional yang telah lama menghantui aplikasi tersebut, yang memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS.

Kesepakatan Dijelaskan

Pada hari Kamis, ByteDance mengumumkan bahwa sekitar 80% operasi TikTok di AS akan dimiliki oleh investor non-Tiongkok. ByteDance akan mempertahankan 19,9% saham tetapi tidak lagi menjadi pengendali utama.

Restrukturisasi ini merupakan respons langsung terhadap undang-undang tahun 2024 yang dirancang untuk memisahkan TikTok dari hubungannya dengan Beijing. Undang-undang ini lahir dari kekhawatiran bahwa data pengguna dapat diakses oleh pemerintah Tiongkok, dan algoritma aplikasi dapat digunakan untuk propaganda atau pengawasan.

Siapa yang Memegang Kunci Sekarang?

Pemain kunci dalam struktur kepemilikan baru ini adalah Oracle. Raksasa teknologi, yang terkenal dengan komputasi awan dan perangkat lunak basis datanya, kini akan menjadi pemangku kepentingan utama dalam operasi TikTok di AS. Oracle telah memiliki sejarah bekerja dengan perusahaan teknologi mutakhir seperti OpenAI (pencipta ChatGPT) untuk mengelola infrastruktur di balik aplikasi AI berskala besar.

Usaha baru ini akan melisensikan algoritma inti TikTok dari ByteDance, sehingga memberinya kendali atas moderasi konten dan pengalaman pengguna. Namun, perjanjian lisensi ini memastikan bahwa ByteDance masih memiliki pengaruh terhadap fungsionalitas aplikasi.

Mengapa Ini Penting

Kesepakatan ini penting karena mewakili sikap agresif pemerintah AS terhadap keamanan data dan kepemilikan teknologi asing. Langkah ini merupakan bagian dari tren pengawasan yang lebih luas terhadap aplikasi-aplikasi milik Tiongkok yang beroperasi di negara-negara Barat, dengan kekhawatiran akan spionase dan pengaruh politik. Situasi ini menimbulkan pertanyaan apakah platform milik asing lainnya akan menghadapi tekanan serupa di masa depan.

Pada akhirnya, restrukturisasi kepemilikan TikTok di AS bertujuan untuk meyakinkan anggota parlemen dan masyarakat bahwa aplikasi tersebut beroperasi secara independen dari kendali Tiongkok, sambil tetap memungkinkan ByteDance untuk mempertahankan beberapa ikatan finansial dan teknologi.