Biaya Otomatisasi Manusia: Ratusan Pelatih AI Menghadapi PHK di Vendor Meta

3

Pergeseran signifikan dalam cara Big Tech mengelola tenaga kerjanya sedang terjadi di Irlandia, ketika ratusan pekerja yang ditugaskan untuk “mengajar” kecerdasan buatan menghadapi pengangguran mendadak. Dokumen yang diperoleh WIRED mengungkapkan bahwa Covalen, sebuah perusahaan berbasis di Dublin yang menyediakan layanan penting untuk Meta, sedang bersiap untuk memberhentikan lebih dari 700 karyawan.

Langkah ini menyoroti tren yang sedang berkembang dalam industri teknologi: penggunaan tenaga kerja manusia untuk membangun sistem yang pada akhirnya akan membuat tenaga kerja tersebut menjadi usang.

Peran “Manusia dalam Lingkaran”

Mayoritas staf yang terkena dampak—sekitar 500 orang—bekerja sebagai annotator data. Peran mereka sangat penting untuk keamanan dan fungsionalitas model AI Meta. Mereka melakukan “RLHF” (Reinforcement Learning from Human Feedback), sebuah proses di mana manusia meninjau konten yang dihasilkan AI untuk memastikan konten tersebut mematuhi pedoman keselamatan.

Sifat pekerjaan ini penting dan membebani secara psikologis. Pekerja ditugaskan untuk:
Menguji pagar pembatas: Membuat perintah rumit untuk melihat apakah AI akan melewati filter keamanan.
Memoderasi konten ekstrem: Meninjau materi terkait tindakan ilegal, tindakan menyakiti diri sendiri, dan eksploitasi anak untuk mengajarkan model apa yang harus ditolak.
Mendefinisikan “kebenaran”: Bertindak sebagai standar emas yang harus ditiru oleh AI.

Seorang karyawan yang tidak disebutkan namanya menggambarkan ironi situasi ini, dengan menyatakan, “Ini pada dasarnya melatih AI untuk mengambil alih pekerjaan kami.”

Poros Strategis Menuju Otomatisasi

Meskipun Covalen menyebut “berkurangnya permintaan” sebagai alasan pemotongan tersebut, konteks yang lebih luas menunjukkan adanya poros strategis besar-besaran yang dilakukan Meta. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk melipatgandakan pengeluarannya untuk teknologi AI, bahkan ketika perusahaan tersebut menerapkan PHK besar-besaran di seluruh operasinya yang lebih luas untuk meningkatkan efisiensi.

Strategi Meta tampaknya merupakan transisi dari pengawasan manusia yang dialihdayakan ke sistem otomatis yang diinternalisasi. Juru bicara Meta mengkonfirmasi arah ini, dengan menyatakan bahwa perusahaan tersebut bertujuan untuk menerapkan “sistem AI yang lebih canggih” untuk mengubah penegakan konten, sehingga mengurangi ketergantungannya pada vendor pihak ketiga seperti Covalen.

Dampak terhadap Pekerja dan Hak-Hak Buruh

PHK tersebut digambarkan oleh para karyawan sebagai tindakan yang tiba-tiba dan “tidak bermartabat”. Laporan menunjukkan bahwa para pekerja diberitahu melalui pertemuan video singkat di mana mereka tidak diizinkan untuk mengajukan pertanyaan.

Selain hilangnya pendapatan, Serikat Pekerja Komunikasi (CWU) juga menyuarakan keprihatinan mengenai mobilitas para pekerja ini. Mereka melaporkan bahwa karyawan yang terkena dampak akan menghadapi “masa tunggu” selama enam bulan yang mencegah mereka melamar ke vendor lain yang melayani Meta. Pembatasan ini secara signifikan membatasi kemampuan mereka untuk segera mendapatkan pekerjaan pengganti di bidang khusus.

Ini bukanlah insiden tunggal bagi Covalen; ini adalah pemotongan besar-besaran yang kedua dalam beberapa bulan terakhir. Setelah pemogokan pada bulan November, jumlah karyawan perusahaan di Dublin diperkirakan akan berkurang hampir setengahnya.

Mengapa Ini Penting

Situasi di Covalen berfungsi sebagai mikrokosmos dari revolusi AI yang lebih luas. Saat perusahaan berlomba untuk mengembangkan model yang lebih mumpuni, mereka sangat bergantung pada tenaga kerja anotator manusia dalam jumlah besar, yang seringkali tidak terlihat, untuk memastikan keamanan dan akurasi. Namun, tujuan akhir dari perusahaan-perusahaan ini adalah untuk mencapai tingkat “kecerdasan umum buatan” atau otomatisasi yang sangat canggih di mana campur tangan manusia tidak lagi diperlukan.

Hal ini menciptakan siklus yang paradoks: pekerja manusia dipekerjakan untuk membuat alat yang pada akhirnya akan menghilangkan peran mereka.

Seiring dengan peralihan AI dari sebuah alat menjadi agen yang otonom, sistem “human-in-the-loop” mulai dihapuskan dan digantikan dengan sistem otomatis yang lebih efisien, terukur, dan lebih murah.

Kesimpulan
PHK di Covalen menandakan perubahan besar dalam model operasional Meta, beralih dari moderasi konten yang dipimpin manusia menuju penerapan AI otomatis. Transisi ini menyoroti sifat genting dari pekerjaan “pelatihan” di era otomatisasi yang cepat.